Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata kebablasan adalah terlewat dari batas atau tujuan yang sudah ditentukan. Arti lainnya dari kebablasan adalah keterlaluan. Istilah dari saduran bahasa Jawa ini yang saya pakai pada saat saya akan pulang menuju rumah. Pengalaman yang unik dan lucu yang mungkin saya akan kenang dengan rekan-rekan sekantor. Kami bablas tidak tau arah menuju ke Jawa Tengah di tengah tol Kota Surabaya Jawa Timur. Biasanya kalau tersesat atau kebablasan itu karena sedang berada di jalan sepi, di daerah terpencil, tidak ada sinyal dsb. Ini berbeda, saya dan rekan sekantor tidak tau arah ditengah ramainya jalan tol kota. Tidak sedianya papan petunjuk arah yang tepat (menurut versi kami hehehe) dan bukan akamsi alias anak kampung sini (asli Jatim) membuat tambah bingung. Akhirnya dengan membuka aplikasi Google Map kami berupaya mencari petunjuk jalan. Belum puas dengan aplikasi tersebut maka saya inisiatif memakai aplikasi Waze, menurut info aplikasi ini lebih valid dan bisa dipahami dengan tepat.
Apa itu Waze (baca:weiz) ?
Disadur dari berbagai info Aplikasi Waze didirikan untuk pertama kalinya pada tahun 2008 di Israel oleh Uri Levine, ahli perangkat lunak Ehud Shabtai, dan Amir Shinar. Perusahaannya, pertama kali dikenal dengan nama Linqmap. Pada bulan Desember 2011, perusahaan ini sudah mempekerjakan sebanyak 80 orang pegawai, dimana 70 orang berlokasi di Ra'anana, Israel dan 10 orang berlokasi di Palo Alto California, Amerika Serikat. Waze adalah sebuah piranti lunak navigasi gratis untuk perangkat telepon genggam dan Tablet PC yang memiliki GPS. Saat ini Waze mendukung perangkat dengan iOS (iPhone/iPad), Android, Windows Mobile, Symbian dan BlackBerry. Waze bisa diunduh dari negara manapun di dunia termasuk Indonesia, namun peta dasar untuk Indonesia belum tersedia sehingga kontribusi pengguna sangat diutamakan.
Berbeda dengan piranti lunak navigasi umumnya, Waze memberikan informasi dan peta berdasarkan masukan komunitas pemakainya. Informasi mengenai kecelakaan, kemacetan jalan, polisi, bahaya berdasarkan kondisi nyata yang dilaporkan para penggunanya. Pengguna Waze yang juga disebut wazers juga bisa melakukan pemutakhiran peta, pemberian nomor rumah/bangunan, penandaan lokasi secara pribadi dan langsung.
Waze juga mempunyai fasilitas ngobrol (chat), memberikan poin untuk setiap kegiatan yang dilakukan seperti menjelajah, memutakhirkan peta dan peristiwa khusus lainnya. Dengan demikian Waze adalah gabungan dari aplikasi navigasi dengan jejaring sosial
Apa Perbedaan Google Maps dan Waze?
Disadur dari berbagai sumber aplikasi Google Maps sudah lama dikenal sebagai standar emas dalam urusan navigasi karena menyediakan petunjuk arah berkualitas tinggi lebih dari sekadar mengemudi. Bahkan, juga mendukung petunjuk arah untuk berjalan kaki, bersepeda, hingga transportasi umum. Didirikan tahun 2005, Google maps jadi salah satu platform pemetaan paling awal dan memiliki hampir 130 juta pengguna lebih banyak dibanding Waze untuk wilayah AS saja.
Di sisi lain, Waze adalah aplikasi yang murni berfokus pada pengemudi yang didirikan tahun 2008 dan diakuisisi oleh Google Maps lima tahun kemudian. Awalnya, Google disinyalir merogoh kocek hingga 1,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 12,7 triliun untuk mengakuisisi perusahaan asal Israel tersebut. Namun, berdasarkan dokumen tersebut, diketahui bahwa Google tidak mengeluarkan uang sampai 1 miliar dollar AS. Google, seperti dikutip dari BGR, Senin (29/7/2013), ternyata membayar uang sebesar 966 juta dollar AS atau sekitar Rp 10,2 triliun. Dalam dokumen tersebut, Google juga diketahui telah membeli 7 perusahaan kecil lainnya selama kuartal kedua tahun 2013. Untuk semua perusahaan tersebut, Google mengeluarkan uang sebesar 53 juta dollar AS. Google resmi mengakuisisi Waze pada pertengahan bulan Juni 2013 yang lalu. Untuk membeli perusahaan tersebut, Google mengalahkan beberapa perusahaan besar lainnya, seperti Facebook, Apple, dan Nokia.
Kita bisa melihat perbandingannya sebagai berikut:
- Waze berbasis komunitas, Google Maps lebih berbasis data.
- Waze banyak memberikan informasi hanya untuk mobil, sementara Google Maps menawarkan petunjuk arah berjalan kaki, mengemudi, bersepeda, dan transportasi umum. Mereka juga punya fitur “Jelajahi” bawaan yang memungkinkan pengguna melihat acara, ulasan, foto, tempat menarik, dll. Bahkan ada mode “tampilan jalan” untuk melihat berbagai hal di permukaan jalan.
- Waze butuh koneksi data, Google Maps tersedia offline.
- Google Maps menyertakan data bisnis seperti menu, jam buka, dan nomor telepon, sedangkan Waze tidak.
- Waze menawarkan info waktu nyata seperti penutupan jalan, bahaya di jalan raya, peringatan lalu lintas, dan kondisi lalu lintas waktu nyata berdasarkan data pengemudi. Google Maps baru mulai memasukkan beberapa fitur ini baru-baru ini.
- Google Maps menggunakan antarmuka navigasi tradisional, sedangkan Waze menawarkan antarmuka yang ramping dan minimal menggunakan bahasa desain terbaru.
- Google Maps cukup mendasar, Waze menawarkan penyesuaian tingkat tinggi (termasuk suara selebriti!)
- Singkatnya, Google Maps adalah alat navigasi yang sederhana namun kuat yang memilih rute tercepat dan paling efisien.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa pemanfaatan aplikasi waze memiliki motif dan manfaat yang berbeda beda bagi penggunanya namun dari seluruh informasi ditemukan motif dan manfaat utama yaitu untuk menghindari kemacetan. Pada awalnya pengguna aplikasi waze ini tertarik untuk mencoba aplikasi baru yang menggabungkan sistem GPS dan media sosial namun karena kelebihan aplikasi ini yang dapat memberikan informasi lalu lintas secara real time maka pengguna lebih memilih aplikasi waze dibandingkan dengan aplikasi traveling serupa sebagai alat bantu perjalanan mereka.
Referensi :
https://tekno.kompas.com/read/2018/02/20/19250097/membandingkan-google-maps-dengan-waze-mana-lebih-baik-?page=all
Referensi :
https://tekno.kompas.com/read/2018/02/20/19250097/membandingkan-google-maps-dengan-waze-mana-lebih-baik-?page=all
Tidak ada komentar:
Posting Komentar