Arti kata pelayanan (serve) di dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah : 1. perihal atau cara melayani. 2. usaha melayani kebutuhan orang lain dng memperoleh imbalan (uang) / jasa 3. kemudahan yg diberikan sehubungan dengan jual beli barang atau jasa. Kalau diperusahaan yang bergerak di bidang usaha / jasa ya wajib hukumnya untuk selalu melayani konsumen atau klien bak seorang Raja.
Ya itu sah didalam dunia bisnis. Karena uang yang didapat untuk memajukan perusahaan tersebut. Ada satu hal yang menarik ketika pelayanan itu ada unsur sosial dan sangat berbau hubungan Tuhan dan umatnya. Misalnya sangat berbeda apabila pelayanan sosial unsur/basis agama dengan pelayanan sosial masyarakat yang notabene lebih luas artinya. Secara garis besar apapaun bentuk pelayanan tersebut tapi tidak didasari dengan enjoy,fun dan ikhlas. Maka hal tersebut akan sangat menyiksa batin dan hati. Mungkin sepele tapi kalau hal yang berbau unsur pelayanan sosial berbasis agama, maka itu akan menjadi boomerang atau sakit hati yang mendalam.
Kata sakti itu yang selalu diutarakan oleh teman saya. Dijadikan sakti karena mungkin kita berbeda persepsi soal kata “PELAYANAN”, dan takutnya kata tersebut akan menjadi batu sandungan hubungan antar manusia atau persahabatan. Ucapan dan tindakan bisa menjadi senjata makan tuan, bila selalu berdalih soal pelayanan sosial berbasis agama. Siapa sich yang ngak mau surga? hanya orang bodoh bukan. Tapi saya yakin dengan hal tersebut, semoaga akan mendewasakan semua orang. Kalau sudah kecil sudah seperti itu, kata orang Jawa ya berarti itu " Gawan bayi atau orok"...wah memang unik kalau begitu.
Petinju kelas berat legendaries Muhammad Ali, pada eranya selalu mengutarakan mulut sebagai perangnya sebelum bertanding di ring tinju. Maka dia dikenal dengan “Big Mouth” alias Si Mulut Besar Tapi saya yakin sebetulnya Ali punya maksud dibalik itu semua. Promo dan ingin dunia Internasional selalu mengekspos pertandingannya. Alhasil Ali kebetulan sangat berjaya dan menjadi Juara Dunia di dunia tinju kelas berat.
Jadi kesimpulannya Si Mulut Besar “Ali” ternyata berkualitas, daripada Si Mulut Besar yang akan menghasilkan sedikit gesekan-gesekan yang lama-lama akan menjadi putus tanpa menunjukkan kualitas apapun. Maka kata adalah ucapan, dan tulisan ada pedang. Bisa menjadi sumber segalanya. Semoga saya bukan Si Mulut Besar tapi berhati besar untuk selalu menerima dengan keunikan teman saya tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar